Title: Can’t I Love?

Inspiration: My Love By My Side (K-Drama)

Author: Seul95

Length: Long Chapter

Genre: Romance, Family, Pregnancy

Rating: PG-15

Casts:

          Seo Joohyun as Seohyun

          Jung Yonghwa as Yonghwa

          Cho Kyuhyun as Kyuhyun

          Other

Summary: di umur yang masih sangat muda, seorang Seo Joohyun harus melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu tanpa ada suami di sampingnya.

 edit cover cant i love (yongseo)

saat ini kandungan Seohyun sudah memasuki bulan ke tiga. Ia sadar bahwa perutnya semakin lama semakin membesar. Tapi untungnya tidak terlalu terlihat karena ia membeli seragam baru yang lebih besar sehingga tidak ada yang menyadari perubahan pada tubuhnya.

 

Sementara dengan umur kandungannya yang terus bertambah, Seohyun masih belum bisa bertemu dengan Kyuhyun. Sungguh ketat Nyonya Cho menjaga puteranya itu sehingga ia tidak dapat bertemu dengannya. Seohyun merasa frustasi. Beberapa kali ia coba datang ke rumah Kyuhyun, namun sang penjaga rumah tidak mengijinkannya masuk. Sepertinya wanita paruh baya tersebut sudah mewanti-wantinya untuk tidak membiarkan Seohyun menginjakkan kakinya di rumah keluarga Cho.

 

Dan ketika Seohyun berusaha untuk mencari Kyuhyun ke kelasnya, pria itu sama sekali tidak bisa diganggu. Para guru yang mengajar di kelas khusus tidak akan membiarkan seseorang mengganggu jam pelajarannya jika hal itu tidak terlalu penting. Baiklah, Seohyun mencari Kyuhyun karena ia ingin membicarakan hal yang sangat penting, tapi tidak mungkin kan ia mengatakan ‘maaf sonsaengnim, aku ingin memberitahukan Cho Kyuhyun bahwa aku sedang mengandung anaknya’ kepada guru-guru itu. bisa-bisa ia dan Kyuhyun akan dikeluarkan sebelum mereka lulus dan tidak dapat mengikuti ujian akhir.

 

Jadi saat ini—saat sedang pelajaran olahraga—Seohyun hanya diam melamun di tengah-tengah lapangan tanpa mengetahui sebuah bola melayang ke arahnya dan membentur perutnya dengan sangat keras. Tubuhnya ambruk ke tanah dan ia meringkuk sambil memeluk perut yang sedikit buncit itu. keringat dingin sebesar biji jagung keluar dari pelipisnya karena menahan sakit yang teramat sangat. Beberapa teman pria Seohyun berusaha membopongnya dan membawanya ke ruang kesehatan sementara teman-temannya yang lain mengikuti dari belakang. Mereka semua mengerubungi pintu ruangan kesehatan untuk mengetahui keadaan Seohyun yang sebenarnya, sementara gadis itu diperiksa.

 

Seorang guru sedang memegang perut Seohyun yang terasa sangat kencang. Guru itu mengernyitkan keningnya sambil memiringkan kepala. Tangannya terus ke bawah dan ke bawah mencari di mana letak sakitnya. Dan ketika ia menekan di bagian rahim Seohyun, gadis itu menjerit keras. ia terkejut saat merasakan sesuatu yang aneh di perut bagian bawah muridnya tersebut. matanya membelalak dengan bibir yang ternganga lebar.

 

“Seo-Seohyun-ah…k-kau hamil??!!” pekiknya tergagap.

 

Seohyun tersentak, ia tidak menyangka bahwa gurunya dapat mengetahui bahwa ia sedang hamil saat ini. murid-murid yang sedang berkerumun di depan pintu ruang UKS pun hening seketika saat mendengar pekikkan guru perempuan berkaca mata tebal itu. namun beberapa detik kemudian, suasana kembali riuh. Mereka membicarakan Seohyun, mencibir, dan mencemoohnya dengan mengatakan bahwa Seohyun gadis kotor. Tidak seharusnya seorang gadis SMA melakukan hal itu hingga hamil seperti ini.

 

Seohyun yang mendengar perkataan mereka meneteskan air mata. Sekarang tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. Semua orang sudah tahu bahwa dirinya tengah hamil. Orang-orang menganggapnya gadis kotor, dan ia harus menanggung semua ini sendirian?

 

Penderitaan Seohyun baru saja dimulai, ia harus bisa menerima segala macam cacian dari orang-orang yang menganggapnya kotor karena perbuatannya. Ia pun harus rela kehilangan masa remajanya seperti saat sebelum ia mengandung benih dari Kyuhyun. Semuanya telah berubah hanya dalam sekejap mata.

 

Sementara di kelasnya, Kyuhyun tampak tidak tenang. Ia menyaksikan kejadian tadi, di mana perut Seohyun terkena lemparan bola hingga gadis itu terjatuh dan harus dilarikan ke ruang kesehatan. Wajahnya terlihat cemas memikirkan keadaan Seohyun. Kyuhyun akui bahwa ia sangat merindukan kekasihnya itu. satu bulan lebih tidak dapat bertemu dengan Seohyun cukup membuatnya sangat frustasi, karena biasanya hanya Seohyun yang dapat membuatnya keluar dari kehidupannya yang selalu diatur.

 

Selama beberapa menit Kyuhyun tidak mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru di depan kelas. Di dalam kepalanya hanya ada nama Seohyun. hingga tak berapa lama kemudian, salah seorang guru mengetuk pintu kelasnya dan membisikkan sebuah kalimat pada rekannya yang sedang mengajar di kelas Kyuhyun.

 

“baiklah, pelajaran kita akhiri sampai di sini saja. Sampai bertemu besok.” Ujar sang guru mengucapkan salam perpisahan.

 

“hey! Kau tahu tidak murid perempuan yang bernama Seo Joohyun itu?” ujar salah seorang teman Kyuhyun yang duduk di depannya berbicara pada teman sebangkunya sambil membereskan alat-alat tulisnya. Mendengar nama Seohyun disebut, Kyuhyun semakin mempertajam pendengarannya.

 

“Seohyun maksudmu? Ne, memangnya kenapa?” tanya teman di sebelahnya.

 

“saat aku ijin ke kamar kecil tadi aku melihatnya dibopong dengan banyak orang menuju ruang kesehatan. Karena penasaran akupun mengikutinya. Aku pikir ia hanya terkena lemparan bola biasa dan satu atau dua hari akan sembuh, tapi ternyata tidak! Kau mau tahu kenapa…?”

 

Teman gadis itu mengangguk antusias menunggu lanjutan cerita dari gadis satunya lagi, sementara Kyuhyun sengaja memperlambat gerakkannya untuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas agar dapat mendengar apa yang terjadi pada Seohyun.

 

“Dia hamil!!” ujarnya dengan mata melotot yang dilebih-lebihkan.

 

Kyuhyun yang terkejut tiba-tiba saja menjatuhkan buku-bukunya ke lantai, namun dengan cepat membereskannya lagi. Kedua gadis yang duduk di depan Kyuhyun tersebut menatapnya aneh lalu berjalan keluar kelas. Namun kata-kata yang ia ucapkan tadi masih saja terngiang-ngiang di telinga Kyuhyun.

 

Seohyun hamil. Seohyun hamil. Seohyun hamil.

 

Apakah ia mengandung anaknya? Pikir pria itu

 

Setelah yakin buku-bukunya sudah beres, Kyuhyun memutuskan untuk mengunjungi Seohyun. ia berharap gadis itu masih berada di ruang kesehatan. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya keluar dari pintu kelas, ia sudah melihat sosok ibunya sedang menunggu.

 

Sepertinya Nyonya Cho mendapat telepon dari sang suami kalau semua pelajaran akan dihentikan karena ada rapat dadakan mengenai salah satu murid yang diketahui tengah hamil sekarang. Langkah Kyuhyun terhenti seketika menatap ibunya yang tersenyum padanya.

 

“ayo kita pulang Kyuhyun-ah, kau tidak boleh membuang-buang waktumu. Karena ayahmu bilang kau akan pulang cepat, Eomma sudah menghubungi guru private-mu untuk menambah jam lesnya.” Wanita paruh baya itu menarik tangan Kyuhyun lalu membawanya keluar dari kelas. Sementara pria itu hanya dapat mengikutinya dan menatap ruangan kesehatan dengan tatapan tak berdaya ketika ia melewatinya. Melalui celah pintu ruangan yang sedikit terbuka, Siwon dapat melihat Seohyun terduduk di tempat tidur sambil menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Sungguh miris hati Kyuhyun melihatnya, namun ia tidak dapat melawan ibunya.

 

~~~~~~~

 

Keesokan harinya setelah kabar bahwa Seohyun hamil tersebar di lingkungan sekolah, gadis itu dipanggil oleh ayah Kyuhyun untuk menghadapnya. Dengan langkah lunglai ia melewati setiap koridor yang terasa seperti labirin tanpa udara sehingga membuat napasnya sesak. Keringat mengucur deras menganak sungai melewati wajah serta lehernya. Ia mengepalkan tangannya sekuat mungkin karena rasa gugup yang menderanya. Dan ketika ia tiba di depan pintu kayu cokelat yang terbuat dari Jati itu, Seohyun pun memberanikan diri untuk mengetuk. Tak berapa lama kemudian ia mendengar sebuah suara berat dari dalam mempersilakannya masuk.

 

Dan sekarang, gadis itu sudah berdiri di depan meja Tuan Cho sambil menundukkan kepala sedalam mungkin. Ia tidak berani mengangkatnya, rasa malu yang teramat sangat membuatnya merasa tidak percaya diri.

 

Tuan Cho mengangkat kepalanya lalu menatap Seohyun. ia menghela napas berat sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya yang nyaman.

 

“kemarin kami sudah rapat untuk membicarakan tentang keadaanmu sekarang.” Ujarnya memulai percakapan. Mengetahui bahwa dirinya menjadi bahan perbincangan selama berjam-jam kemarin, Seohyun pun mengangkat kepalanya tanpa sadar dan membalas tatapan Tuan Cho. Namun seketika itu juga ia jadi teringat Kyuhyun karena wajah mereka begitu mirip saat Seohyun menatap Tuan Cho dari dekat seperti sekarang.

 

“sungguh disayangkan kami harus melepas murid sepintar kau. prestasimu selama hampir tiga tahun bersekolah di sini cukup mengesankan, dan kau mendapat beasiswa. Tapi sepertinya karena keadaanmu yang sekarang, kemungkinan besar hasil akhir rapat kemarin adalah beasiswamu akan dihentikan dan kau harus keluar dari sekolah ini.” ujar Tuan Cho dengan wajah kasihan. Sekali lagi, ia menghela napas berat. Sebenarnya ia tidak rela mengeluarkan Seohyun yang dapat membuat nama sekolahnya harum dengan segala prestasi yang dimilikinya. Tapi ia tidak mungkin mempertahankannya yang juga akan membuat nama sekolahnya jatuh sementara masih banyak murid-murid lain yang berprestasi seperti Seohyun. tentu saja Tuan Cho akan memilih untuk mengeluarkan Seohyun untuk tetap menjaga reputasi sekolahnya.

 

“hmm….sebenarnya siapa yang sudah membuatmu seperti ini?” tanya Tuan Cho tiba-tiba. “maksudku, kami dari pihak sekolah juga tidak terima dengan orang yang sudah membuatmu seperti ini. setidaknya ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”

 

Seohyun menatap lekat mata Tuan Cho. Tatapan yang mengasihani dirinya itu sungguh membuatnya tidak nyaman. ia jadi merasa seperti seorang pengemis yang sudah satu minggu tidak makan dan tidak memiliki tempat tinggal sehingga ditatap kasihan seperti itu. padahal sebelumnya Seohyun tak pernah merasa seperti ini meskipun ibunya hanya seorang penjual Kimchi.

 

Seohyun menunduk lagi, tiba-tiba saja ia teringat dengan Nyonya Cho yang sedang marah besar pada dirinya. bagaimana jika ia mengatakan pada ayah Kyuhyun bahwa dirinya sedang mengandung cucunya? Apa lagi yang akan dilakukan Nyonya Cho kepadanya?

 

Dan pada akhirnya, Seohyun hanya menggeleng lemas. Padahal ia sudah berusaha untuk mengabaikan Nyonya Cho dan mengatakan yang sebenarnya kepada Tuan Cho. Tapi lidahnya terasa begitu kelu hingga ia tidak dapat mengeluarkan suaranya sedikitpun. Seohyun mengutuki dirinya sendiri karena menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

 

“kau tidak tahu siapa yang menghamilimu? Apa kau hm…maaf, diperkosa?” tanya Tuan Cho sekali lagi. Namun Seohyun sudah tidak sanggup menjawabnya sehingga hanya dapat menundukkan kepalanya semakin dalam untuk menyembunyikan air matanya.

 

“ah…tidak, aku tidak boleh menuduhmu yang tidak-tidak. Jangan memikirkan perkataanku yang tadi. Lebih baik sekarang kau pulang, untuk saat ini jangan masuk sekolah dulu sampai kami mengumumkan keputusan resmi dari sekolah mengenai nasibmu di sini.” Ujarnya.

 

Seohyun mengangguk dan membungkukkan tubuhnya untuk mengucapkan salam dan keluar dari ruangan kerja Tuan Cho dengan perasaan campur aduk.

 

~~~~~

Kyuhyun mengetuk pintu kamar ibunya tiga kali lalu masuk ke dalam. Ia mendapati Nyonya Cho sedang membaca buku di tempat tidurnya dengan mengenakan kaca mata bacanya. Pria itu ikut naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping ibunya.

 

“ada apa Kyuhyun-ah?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari buku.

 

“Eomma…bisakah eomma membantuku?”

 

“membantu apa?”

 

Kyuhyun terdiam sejenak untuk mengambil napas, sebelum akhirnya memberitahu permintaannya pada ibunya.

 

“aku dengar kalau Seohyun hamil…”

 

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, Nyonya Cho tiba-tiba menjatuhkan buku yang sedang dibacanya dan menatap Kyuhyun dengan mata membelalak lebar.

 

“a-apa kau bilang?” tanyanya untuk meyakinkan bahwa Kyuhyun telah mengetahui tentang kehamilan Seohyun. padahal ia sudah berusaha agar Kyuhyun tidak mengetahui hal ini sama sekali.

 

“kemarin aku mendengar temanku mengatakan bahwa sekarang Seohyun sedang hamil. Jadi aku mau minta agar Eomma membantuku bicara pada Harabeoji untuk memberikanku waktu luang agar dapat bertemu dengannya. Aku ingin menanyakan apakah anak yang dikandungnya itu adalah anakku atau bukan.” ujar Kyuhyun memberitahu keinginanannya.

 

Sementara Nyonya Cho masih terpaku di tempatnya. Ia terlihat sangat syok mengetahui Kyuhyun sudah mendengar berita itu. untuk ke sekian kalinya ia menyalahkan Seohyun atas keinginan gadis itu yang ingin tetap mempertahankan bayinya padahal ia sudah tahu apa risikonya.

 

“Eomma…kau dengar aku?” tanya Kyuhyun sambil melambaikan tangannya di depan wajah Nyonya Cho.

 

Wanita paruh baya itu terkejut dan melepas kaca mata bacanya dengan cepat. ia tersenyum kikuk sambil memiringkan kepala bingung harus menjawab apa.

 

“itu…hmm…biarkan Eomma yang mengurusnya. Eomma yang akan tanya padanya mengenai hal itu. kau fokus saja pada studimu, jangan pikirkan yang lain.”

Kyuhyun tampak kecewa dengan jawaban ibunya. Kenapa ia tidak diperbolehkan bertemu dengan Seohyun? apa salahnya menanyakan keadaan gadis itu dan bayinya? Bagaimana jika anak yang Seohyun kandung sekarang adalah benar anak Kyuhyun? Bukankah ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya?

 

Pertanyaan tersebut terus berputar-putar di kepala Kyuhyun. Ia benar-benar sangat merindukan Seohyun. harus berapa kali ia katakan pada ibunya bahwa ia sangat, sangat merindukan Seohyun? ia ingin mendengar suaranya, memeluk tubuhnya, menghirup wangi rambutnya, dan mencium bibir ranumnya. Tapi semua itu hanya ada dalam angan-angannya saja.

 

~*~TBC~*~

Maaf kalo kependekan, aku gak bisa buat panjang2 untuk part yg ini,,

Oya part 3 bakal diprotect, yang mau password komen part 1 dan part yg ini ya,,komennya PANJANG-PANJANG kalo bisa…yg pendek2 aja gak bakal aku kasi passwordnya! Uda capek ah banyak silent readers , apalagi yg komen Cuma sebaris dua baris…bikin mood buat ff hilang aja..

Advertisements