Title: Can’t I Love?

Inspiration: My Love By My Side (K-Drama)

Author: Seul95

Length: Long Chapter

Genre: Romance, Family, Pregnancy

Rating: PG-15

Casts:

–          Seo Joohyun as Seohyun

–          Jung Yonghwa as Yonghwa

–          Cho Kyuhyun as Kyuhyun

–          Other

Summary: di umur yang masih sangat muda, seorang Seo Joohyun harus melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu tanpa ada suami di sampingnya.

edit cover cant i love (yongseo)

Seohyun membawa nampan makan siangnya menuju meja kantin di mana seorang pria juga sedang duduk di sana. Dengan sedikit senggolan pada bahu kanannya, Seohyun menghempaskan pantatnya di sebelah pria tersebut dengan senyum lebar.

“kenapa tidak menungguku?” tanya Seohyun dengan wajah pura-pura cemberut. Belum sempat pria itu menjawab, ia sudah memotongnya. “baiklah, baiklah, aku tahu seorang Cho Kyuhyun sangat pintar dan bisa mengerjakan ulangan dengan cepat. tapi setidaknya kau harus menungguku juga, atau memberitahuku soal nomor lima. Sungguh aku tidak tahu sama sekali apa jawabannya!” ujar Seohyun panjang lebar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengacak rambut gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama satu tahun itu.

Mereka lalu menyantap makan siang dengan diselingi candaan atau obrolan lucu. Gadis-gadis lain hanya memandang iri pada Seohyun karena kedekatannya dengan Kyuhyun yang kenyataannya adalah anak dari pemilik sekolah ini. wajar saja mereka semua iri, karena sebagian besar para gadis yang bersekolah di sini sangat mengagumi ketampanan serta kepintarannya, tidak lupa dengan harta Kyuhyun. Banyak yang bermimpi untuk menjadi calon menantu pemilik sekolah ini, tapi tentu saja mereka hanya dapat menggigit jari karena Kyuhyun sudah memiliki Seohyun yang awalnya hanya teman sebangku Kyuhyun saat gadis itu pertama kali bersekolah di sini tiga tahun yang lalu.

Seohyun dan Kyuhyun berdiri dari duduknya setelah makan siang mereka habis, lalu kembali ke kelas bersama-sama dengan bergandengan tangan. selama hampir tiga tahun saling mengenal dan menjadi sepasang kekasih, kehidupan keduanya tampak sangat bahagia. Layaknya seperti remaja normal lainnya, ia menjalani hari-harinya dengan senyum ceria yang tak pernah hilang ketika bersama Kyuhyun. Hingga suatu hari sesuatu yang tak pernah diduganya mulai menghancurkan semua itu. membuat Seohyun benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.

Ia tidak bermaksud membuat dirinya seperti ini, hanya saja hal itu benar-benar tidak disengaja. Ketika Kyuhyun yang saat itu sedang mabuk, bercerita padanya betapa ia sangat frustasi dengan keinginan kakeknya yang selalu menekannya untuk menjadi sempurna seperti kemauan pria tua itu. melihat Kyuhyun yang sangat kacau dan hampir tidak sadarkan diri, Seohyun membawanya ke sebuah motel karena rumah Kyuhyun yang jauh dan ia tidak punya uang untuk membayar taksi. Awalnya gadis itu hanya ingin menemani Kyuhyun hingga ia sadar, namun ternyata itu semua di luar dugaannya. Sudah dapat ditebak apa yang akan terjadi jika seorang pria mabuk berada di dalam kamar berdua dengan seorang gadis. karena terbawa suasana, tanpa sadar Seohyun pun menuruti tuntutan napsunya. Dan terjadilah hal itu. hal yang membuat dirinya hancur seketika hanya dalam waktu dua bulan setelah kejadian. Semuanya begitu singkat, seperti kilatan cahaya di matanya Seohyun merasa semua ini begitu cepat terjadi. Ia belum siap untuk menghadapinya.

Gadis itu berusaha keras untuk menyembunyikan kehamilannya dari ibunya. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana reaksinya jika mengetahui puteri semata wayangnya sudah berbuat hal yang sangat menjijikan. Wanita paruh baya itu sangat berharap Seohyun bisa sukses dengan bekerja siang dan malam untuk biaya sekolah Seohyun disebabkan ayahnya yang sudah meninggal saat ia masih bayi.

Belum lagi sebulan terakhir Kyuhyun sangat sulit ditemui. Terdengar kabar bahwa pria itu mulai memberontak pada kakeknya, maka dari itu ia dipindahkan ke kelas khusus dan semua fasilitasnya seperti mobil, ponsel, dan kartu kredit diambil. Ia akan pulang sekolah jam empat sore saat murid-murid kelas biasa sudah pulang lebih dulu, dan diantar-jemput ke sekolah dengan mobil yang disopiri oleh sopir pribadi kakeknya. Semua itu dilakukan karena sang kakek ingin Kyuhyun yang meneruskan perusahaannya. Pria tua itu hanya mempunyai satu anak perempuan yaitu ibu Kyuhyun, dan ia tidak mau anak perempuannya itu harus sibuk dengan segala urusan pekerjaan hingga tidak bisa mengurus anak dan suaminya sendiri. Jadi ia memutuskan Kyuhyun yang akan menggantikan tempatnya di kursi presdir nanti.

Seohyun benar-benar tidak tahu harus bagaimana, ia tidak tahu bagaimana caranya agar dapat bertemu dengan Kyuhyun. Jadi gadis itu memutuskan untuk memberanikan diri datang ke rumah pria itu.

Dengan jantung berdetak sangat kencang, Seohyun memencet bel rumah mewah yang ada di sebelah pintu putih dari kayu jati berukiran abstrak. Tak berapa lama menunggu, seseorang membukakannya pintu. Wanita berwajah anggun menyambutnya dengan senyum manis.

“oh, Seohyun-ah. Silakan masuk.” Ujarnya ramah.

Seohyun mengikuti langkah kaki wanita itu menuju ruang tamu dan duduk di sofa.

“kau mau minum apa?”

“ti-tidak usah ahjumma, aku tidak lama.” Tolak Seohyun halus.

Nyonya Cho tersenyum lalu menaikkan alisnya. “ada apa Seohyun-ah? Kau mau mencari Kyuhyun?” tebaknya.

Seohyun mengangguk gugup dengan kepala tertunduk dalam.

“maaf yah, satu bulan terakhir ini kau tidak dapat bertemu dengannya seperti dulu. ini semua karena kemauan kakeknya. Sekarangpun ia sedang tidak di rumah karena harus mengikuti les tambahan, mungkin ia akan pulang nanti malam. Ahjumma harap kau mengerti, jadi selama tiga bulan ke depan hingga kalian lulus tolong kau bersabar. Ahjumma janji setelah itu kalian pasti akan bertemu lagi.” Jelas wanita itu panjang lebar kepada Seohyun masih dengan senyumnya yang ramah.

Tiga bulan bukanlah waktu yang sebentar. Usia kandungannya sudah menginjak bulan ke lima jika saat itu tiba, dan ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Semua orang akan tahu, dan membuat ia serta ibunya menjadi bahan omongan orang-orang. Hingga tanpa sadar, entah bagaimana caranya tiba-tiba saja Seohyun mengeluarkan kata-kata itu.

“aku hamil ahjumma…” air mata menggenang di pelupuk matanya. Bibirnya bergetar hebat.

Sementara senyum di wajah Nyonya Cho lenyap seketika. Ia membelalak lebar mendengar ucapan Seohyun.

“a-apa? kau bilang apa tadi?” tanyanya untuk memastikan.

“aku hamil…” tangis Seohyun pecah. Ia meremas bajunya kencang. Ia sudah dapat menduga reaksi apa yang akan diberikan oleh ibu Kyuhyun itu.

“lalu apa hubungannya denganku?” Nyonya Cho berusaha menyangkal bahwa anak yang Seohyun kandung itu adalah anak dari Kyuhyun.

“i-ini cucumu ahjumma…” dengan suara bergetar Seohyun masih berusaha untuk membalas kata-kata yang keluar dari mulut Nyonya Cho. Sekadar untuk meyakinkan dirinya dan membantunya memberitahu hal ini kepada Kyuhyun.

Namun tiba-tiba saja sebuah tamparan mendarat di pipi Seohyun dengan sangat keras. Seohyun tersungkur di sofa dengan pipi kiri yang memerah. Tidak sampai di situ, Nyonya Cho juga melemparnya dengan beberapa lembar uang yang jumlahnya cukup banyak.

“gugurkan bayi itu sekarang juga!” ujarnya dingin dengan tatapan menusuk. Wajah lembutnya yang tadi sempat menyambut Seohyun dengan hangat seakan melebur seketika.

Seohyun menggeleng cepat sambil memegang perutnya. Ia sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. menduga dirinya hamil pun tidak, apalagi menggugurkan bayi yang dikandungnya. Itu akan membuatnya seperti seorang pembunuh. Bayi ini hanya ingin hidup, ia ingin merasakan sebuah kehidupan, bagaimana bisa Seohyun merenggutnya begitu saja.

“jebal ahjumma…jangan lakukan ini padaku…tolong beritahu pada Kyuhyun tentang hal ini…” mohon Seohyun sambil bersujud di hadapan Nyonya Cho.

“kau gila?! Kau mau membuat ayahku meninggal karena mendengar kabar ini?” ia menyentakkan Seohyun ke belakang dan menyeretnya keluar dari rumah. “lebih baik sekarang kau pergi. Jangan sampai keluargaku melihatmu di sini. Dan ingat, jangan pernah mengganggu Kyuhyun lagi! Saat ini ia sedang mempersiapkan diri untuk karirnya ke depan.” Setelah menyuarakan kalimat tersebut, Nyonya Cho menutup pintu dengan keras dan meninggalkan Seohyun yang hanya dapat menelan pil pahit. Dengan langkah terseok-seok ia berjalan meninggalkan rumah mewah keluarga Cho. Air matanya tak dapat terbendung dan mengalir begitu saja selama perjalanan. Tak dihiraukannya tatapan aneh orang-orang pada dirinya.

Hingga tanpa sadar gadis itu menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Seohyun terenyak dan dengan cepat membungkuk meminta maaf pada pria yang baru saja ditabraknya. Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan aneh atau cacian yang mungkin saja dikeluarkan dari mulut orang itu, Seohyun memilih untuk melanjutkan perjalanannya dengan cepat. bisa dibilang setengah berlari.

Namun tanpa disengaja gadis itu menjatuhkan kalung yang selama bertahun-tahun sudah ia kenakan. Jung Yonghwa, orang yang Seohyun tabrak tadi hendak mengejar Seohyun untuk mengembalikan kalungnya yang terjatuh, tapi gadis itu sudah menghilang di antara kerumunan pejalan kaki yang lain.

Yonghwa menatap dengan saksama kalung berliontin perak itu. karena penasaran, iapun membuka liontinnya dan mendapati sebuah foto seorang pria bersama bayi perempuan dalam gendongannya sedang tersenyum bahagia. Yonghwa menduga bahwa bayi itu adalah gadis yang menabraknya tadi, dan pria tersebut adalah ayahnya.

Ia menutup kembali liontinnya dan berjanji akan mencari pemilik liontin ini untuk mengembalikannya. Ia yakin benda yang sekarang berada dalam genggamannya ini pasti sangat berharga bagi gadis itu.

Sementara Seohyun yang tidak menyadari bahwa liontinnya telah jatuh, hanya terus berlari untuk menjauh dari kerumunan orang-orang. Ia sedang ingin menyendiri tanpa ada seorangpun yang mengganggunya. Sebelum ia bertemu dengan ibunya di rumah, Seohyun harus menenangkan diri terlebih dahulu agar wanita paruh baya itu tidak curiga kenapa mata Seohyun sembab.

Akhirnya gadis itu memilih pergi ke tepian sungai Han. Hanya tempat itu yang dapat membuatnya tenang. Dulu, saat ia rindu akan sosok ayah di sampingnya, Seohyun selalu pergi ke  sungai Han untuk menenangkan diri. Menghirup udara segar dan menikmati pemandangan indah yang disuguhkan oleh sungai ini cukup membuat hati Seohyun sedikit tenang.

Tapi tanpa diduga ia malah memikirkan Kyuhyun. Seohyun sangat rindu pada kekasihnya itu. ia ingin tahu apa yang dikerjakan Kyuhyun sekarang, apakah pria itu sudah makan, apa ia juga merindukan Seohyun? atau reaksi apa yang akan ditunjukkan Kyuhyun ketika Seohyun mengungkapkan bahwa dirinya tengah hamil dua bulan akibat hasil dari hubungan mereka yang di luar batas saat itu?

Lagi, gadis itu hanya dapat menangis. Suasana sungai Han yang sudah akrab dengan dirinyapun tidak dapat meredakan kegundahan di hatinya. Masalah ini terlalu berat, menyendiri di sungai Han pun tidak dapat membuatnya tenang sedikitpun.

Merasa usahanya sia-sia, akhirnya Seohyun memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia hanya berharap ibunya tidak curiga dengan keadaannya yang terlihat sangat berbeda dari biasanya ini.

~~~~

di rumah keluarga Cho, ibu Kyuhyun sedang mondar-mandir di kamarnya. Sejak kedatangan Seohyun tadi yang mengatakan bahwa ia sedang mengandung anak Kyuhyun, perasaannya jadi tidak tenang. Ia tidak mau ayah yang sangat ia sayangi itu syok dengan berita ini. ia tidak ingin terjadi apa-apa pada ayahnya, dan tidak ingin masa depan Kyuhyun hancur hanya karena kehadiran seorang bayi.

Beberapa kali ia menggigit jari karena tidak juga menemukan jalan keluarnya. Seohyun sudah menolak untuk menggugurkan anaknya, tapi tidak ada salahnya ia mencoba lagi untuk membujuknya. Ia berharap kandungan Seohyun belum berumur tiga bulan agar masih bisa digugurkan. Dan akhirnya, wanita berparas cantik itupun memutuskan untuk membujuk Seohyun lagi. Apapun caranya akan ia lakukan agar Seohyun tidak mempertahankan bayi itu.

~~~~~

Seohyun tiba di rumahnya dengan langkah tak bersemangat. Namun ia berusaha untuk tersenyum agar sang ibu tidak curiga. Gadis itu mendapati ibunya sedang mencuci sayuran di dapur untuk membuat kimchi agar bisa dijual. Melihat hal itu Seohyun merasa semakin bersalah pada ibunya. Bagaimana bisa ia membuat wanita paruh baya tersebut sangat kecewa pada dirinya karena kehamilannya ini? apa yang harus ia lakukan sekarang?

“oh, Seohyun-ah kau sudah pulang? Kenapa terlambat?” tanya Nyonya Seo saat menyadari kehadiran Seohyun.

Seohyun berjalan mendekat dengan senyum lelah yang mengembang. “mianhae eomma, tadi tiba-tiba saja ada pelajaran tambahan.” Ujarnya seraya memeluk ibunya dengan sangat erat.

“kau kenapa Seohyun-ah? Ada apa denganmu? Kau sakit?” tanya Nyonya Seo melihat sikap aneh anak gadisnya.

Seohyun menggeleng sambil membenamkan wajahnya pada bahu ibunya. “aniyo, geunyang…saranghaeyo eomma…”

“ya! Kau ini kenapa? tidak biasanya kau seperti ini pada eomma. Apa terjadi sesuatu padamu?”

Seohyun melepaskan pelukkannya dan sekali lagi menggeleng mantap untuk meyakinkan ibunya. “aku tidak apa-apa eomma, aku hanya lelah saja. lanjutkan saja pekerjaan eomma, aku masuk kamar dulu.”

Gadis itu beranjak dari hadapan ibunya dan berjalan menuju kamar sambil menahan air mata. Seohyun tidak sanggup berbohong, namun ia juga tidak sanggup mengatakan hal sebenarnya. Rasanya ia ingin menghilang saja dan tidak kembali lagi. Menghilang bersama bayinya tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka berdua. Tidak sekalipun itu Kyuhyun atau ibunya.

~~~~~

waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore yang berarti seluruh kegiatan di sekolah telah berakhir. Seohyun hanya berjalan menuju rumahnya dengan wajah datar, tidak seperti biasanya. Saat di sekolah tadi ia mendengar teman-teman sekelasnya sedang membicarakan dirinya dan Kyuhyun. Mereka mengira kedua pasang kekasih itu sudah putus karena jarang terlihat bersama lagi. Padahal saat ini Seohyun sedang mengandung anak dari Kyuhyun, jadi mana bisa mereka sudah putus. Ingin sekali Seohyun menyeruakan hal tersebut namun ia tahu ia tidak boleh melakukannya. Sama saja ia akan menjatuhkan dirinya sendiri.

Selagi ia terus berjalan tanpa memerhatikan sekelilingnya, tiba-tiba seseorang menarik tangannya untuk masuk ke dalam sebuah mobil sedan berwarna hitam metalik. Terkejut, gadis itu berusaha untuk memberontak, namun sesaat kemudian ia sudah menemukan dirinya berada di dalam mobil dengan pintu terkunci dan seorang wanita anggun menggunakan topi serta kaca mata duduk di hadapannya. wanita tersebut memberi instruksi pada sang sopir untuk menjalankan mobil sambil membuka topi dan kaca mata yang sudah menutupi wajahnya.

Betapa terkejutnya Seohyun saat mengetahui wanita tersebut adalah Nyonya Cho—Ibu Kyuhyun. Ia terpaku di tempat dengan wajah berkeringat melihat senyuman manis Nyonya Cho. Meskipun ia terlihat cantik, tapi di mata Seohyun itu terlihat seperti seringaian licik.

“Seohyun-ah, kita perlu bicara.” Ujarnya lembut, penuh dengan keanggunan pada suaranya yang berat.

“a-apa?”

Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam sebuah kedai kopi di pinggir jalan. dekorasi ruangan kedai kopi ini terkesan sangat mewah dengan diiringi dengan lagu Jazz. Dapat Seohyun lihat harga satu gelas kopi di sini setara dengan uang belanjanya selama dua minggu. Tidakkah itu terdengar sangat berlebihan? Mereka hanya ingin berbicara tetapi ibu Kyuhyun membawanya ke tempat serba mahal ini.

“kau mau memesan apa Seohyun-ah?” tanya Nyonya Cho sambil menatap menu di hadapannya.

“i-itu…aku tidak usah minum saja.” ujar Seohyun gugup. ia mendorong menu yang tadi dipegangnya ke tengah meja.

“kenapa? biar aku saja yang memesankan untukmu.”

Wanita itu memanggil seorang pelayan dan memesan dua gelas Vanilla Latte. Lalu setelah sang pelayan pergi, ia mulai menatap Seohyun lekat. Sungguh, jika Seohyun tidak mengingat perlakuannya kemarin pada dirinya, ia pikir ia akan merasa sangat nyaman dengan tatapan Nyonya Cho padanya. tatapan itu begitu hangat, ia seperti merasa Kyuhyun yang menatapnya seperti itu.

“ini…tentang kehamilanmu. Kau sudah mengandung berapa bulan?” tanyanya berusaha mengatur nada suaranya agar tetap tenang. Ia tidak boleh berbuat gegabah seperti kemarin, kali ini ia harus berhasil membuat Seohyun menggugurkan bayinya.

“me-memangnya kenapa?” Seohyun balik bertanya dengan gugup.

“tidak, aku hanya ingin tahu saja.”

Sesaat Seohyun terdiam, menatap dua pasang mata tajam wanita paruh baya yang duduk di hadapannya ini sebelum akhirnya menjawab dengan suara lirih. “dua bulan.”

Seohyun dapat melihat sebuah senyuman—yang entah itu artinya apa—kembali terukir di wajah cantiknya yang masih tampak muda. Nyonya Cho melipat kedua tangannya di atas meja dan memajukan sedikit tubuhnya dengan sangat antusias.

“begini Seohyun-ah…” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, seorang pelayan datang untuk mengantarkan Vanilla Latte pesanan mereka—lebih tepatnya pesanan Nyonya Cho.

Nyonya Cho menyeruput minumannya untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering. Sementara Seohyun pun mengikutinya. Harga Vanilla Latte ini memang sesuai dengan rasanya, pikir Seohyun. mana mungkin ada orang yang mau menjual segelas minuman dengan harga mahal jika rasanya tidak enak sama sekali.

Nyonya Cho meletakkan gelasnya ke atas meja dan berniat untuk melanjutkan kalimatnya.

“Seohyun-ah, kau tahu kan kakek Kyuhyun sudah tua dan sakit-sakitan? Kau juga tahu kan aku hanya mempunyai dua orang anak? Anak bungsuku seorang gadis yang masih SMP, dia tidak mungkin mewarisi perusahaan kakeknya. Dan lagi ayah Kyuhyun adalah pemilik sekolah tempat kalian menuntut ilmu sekarang. Jika mereka mengetahui kalau sekarang kau sedang mengandung anak Kyuhyun, semua akan menjadi kacau. Kakek Kyuhyun akan syok, adiknya sudah pasti akan malu karena kelakuan kakaknya, lalu ayahnya, kau bisa menebaknya sendiri kan apa yang akan dikatakan para guru dan murid-murid di sekolah? Belum lagi nama baik keluarga kami akan tercoreng. Tapi yang paling utama adalah masa depan Kyuhyun. Kau mencintainya kan?” jelas Nyonya Cho panjang lebar.

Seohyun terdiam. Benarkah semuanya akan berdampak seperti itu hanya karena kesalahan kecil yang ia buat? Lalu bagaimana dengan dirinya nanti? Apa yang akan terjadi jika ia tetap ingin mempertahankan bayi ini?

“Seohyun-ah, kau dengar aku? Apa kau mencintai Kyuhyun?” tanya Nyonya Cho sekali lagi.

“n-ne…aku mencintainya.” Jawabnya.

Nyonya Cho menghela napas. “kalau begitu gugurkan bayi itu. aku berjanji jika kau menggugurkannya Kyuhyun akan kembali padamu. Aku bisa pastikan itu.”

Seohyun masih membisu. Ia sedang memikirkan kata-kata Nyonya Cho berulang-ulang di dalam kepalanya. Apa yang akan terjadi jika ia menggugurkan bayinya, dan apa yang akan ia terima jika ia mempertahankannya. Bagaimana masa depannya, apa anggapan orang-orang tentang dirinya, seperti apa reaksi ibunya? Semua itu membuat Seohyun harus memikirkannya dengan matang.

“Seohyun-ah?” panggil Nyonya Cho karena sejak tadi Seohyun hanya diam membisu. Ia menatap gadis yang duduk di hadapannya itu dengan tatapan penuh harap.

“Jwe-jwesunghamnida ahjumma, aku tidak bisa melakukan itu. aku akan tetap mempertahankan anak ini.” ujarnya sambil meneteskan air mata. Seohyun bangkit dari duduknya dan hendak berjalan pergi untuk meninggalkan Nyonya Cho. Melihat hal itu, dengan cepat Nyonya Cho mengeluarkan beberapa lembar uang dari tasnya dan meletakkan di atas meja, lantas mengejar Seohyun. ia mencekal lengan tangan Seohyun tepat saat ia berhasil keluar dari kedai kopi dan menyeretnya ke sebuah gang kecil yang sepi di dekat situ.

“YA!! Kenapa?! kau mau membuat kami semua hancur hanya karena anak yang kau kandung itu? atau jangan-jangan kau hanya menginginkan harta kami makanya mempertahankan bayi pembawa sial itu?!” bentaknya masih dengan genggaman erat pada lengan Seohyun, kalau saja gadis itu berniat untuk kabur.

Seohyun menggeleng cepat. “tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. hanya saja…lebih baik aku dikucilkan oleh orang-orang daripada aku merasa bersalah seumur hidupku karena sudah membunuh bayi tidak berdosa ini.”

Sebuah tamparan keras kembali melayang di pipi Seohyun. untuk yang kedua kalinya tangan lembut itu telah menampar pipinya. Memang sakit, tapi masih lebih sakit hatinya yang tidak terima diperlakukan seperti itu namun tidak sanggup melawan.

“simpan saja omong kosongmu itu! ayo ikut aku ke klinik!!!” dengan sekuat tenaga yang ia punya, Nyonya Cho berhasil menyeret Seohyun menuju tempat di mana mobilnya terparkir. Namun saat hendak membuka pintu mobil tiba-tiba saja Seohyun berlutut sambil menangis sesenggukan di hadapannya.

“tolong, aku mohon ahjumma jangan lakukan ini. tolong beritahu keadaanku pada Kyuhyun…aku tidak sanggup melalui ini semua sendirian…” ujar Seohyun berharap penuh.

Ibu Kyuhyun menatap ke sekelilingnya, dimana orang-orang sedang menatap mereka aneh sambil berbisik-bisik. Tentu saja itu membuatnya sangat malu. Ditambah lagi ia takut jika ada orang yang dikenalnya melihat keadaannya yang seperti ini. akhirnya ia mendorong tubuh Seohyun hingga tersungkur dan membuka pintu mobil.

“terserah maumu saja!!!” gerutunya sebelum akhirnya memasuki mobil mewah berwarna hitam metalik tersebut.

Sementara Seohyun berusaha untuk bangkit kembali dan menahan rasa malunya dengan cibiran orang-orang sekitar. Ia berlari dengan kepala tertunduk untuk meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

~~~~~

Di kediaman keluarga besar Cho, terlihat ayah, ibu, serta kakek Kyuhyun sedang duduk di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu. Wajah mereka tampak serius, dan sudah pasti hal itu menyangkut dengan masa depan Kyuhyun.

Sejak beberapa hari yang lalu setelah Seohyun menolak untuk menggugurkan bayinya, ia berusaha mencari cara lain agar Kyuhyun dan seluruh keluarganya tidak mengetahui hal itu. sepertinya wanita paruh baya itu tidak akan menyerah begitu saja hanya karena Seohyun terus mempertahankan bayinya. Dan sekarang ia sedang meminta ayahnya untuk mengirim Kyuhyun sekolah ke luar negeri.

“Abeoji, tolong pikirkan lagi usulku untuk mengirim Kyuhyun sekolah ke luar negeri. Ini demi kebaikannya juga. Bukankah Abeoji menginginkan dia untuk mewarisi perusahaan Abeoji? Aku berpikir ia tidak bisa berkonsentrasi penuh jika belajar di sini. Lagipula sistim belajar di sana lebih bagus daripada di sini.” Ujar Nyonya Cho kepada ayahnya.

Kakek Kyuhyun tampak berpikir lama, lalu akhirnya menanyakan pendapat menantunya. “bagaimana menurutmu?”

“aku setuju dengan usul istriku. Lebih baik Kyuhyun disekolahkan di sana jika Abeonim ingin dia yang menggantikan posisi Abeonim nanti.” Ujar Ayah Kyuhyun mendukung istrinya.

Nyonya Cho tampak tersenyum senang dengan jawaban suaminya. Jika ia mendapat persetujuan dari ayah Kyuhyun, sudah pasti ayahnya pun akan menyetujui usulnya juga. Dan pada akhirnya, keputusanpun sudah dibuat. Kyuhyun akan berangkat ke Amerika untuk melanjutkan sekolahnya bulan depan. Sekarang, ia hanya perlu mengatasi Seohyun agar tidak bertemu dengan Kyuhyun selama pria itu masih berada di Korea.

~*~TBC~*~

Advertisements