Title: Suddenly Married

Author: Seul95

Length: Long Chapter

Genre: Romance, Marriage

Rating: PG-15

Casts:

–          KeyCole Couple (Key & Nicole)

–          Son Dongwoon

–          Other

Summary: Key dan Nicole bangun dari tidur nyenyak mereka dan mendapati kenyataan bahwa mereka sudah resmi menikah.

edit cover suddenly married 1

 

Matahari bersinar dengan sangat cerah pada awal bulan february, di mana ketika cuaca sedang sangat dingin. Seberkas cahayanya melesak masuk lewat celah-celah tirai jendela yang tertutup rapat. Menyilaukan mata seorang gadis yang sedang tertidur dengan lelapnya.

 

Nicole Jung menggeliatkan tubuhnya, mengerang pelan karena merasa terganggu dengan sinar terang itu. mengganggu tidur nyenyaknya di bawah selimut hotel berbintang lima yang sekarang ia tempati. Seulas senyuman tersungging pada bibirnya.

 

Empat hari sudah gadis itu menikmati kehidupan layaknya tuan putri karena memenangkan undian yang bisa membuatnya merasakan semua kemewahan ini. Las Vegas adalah kota yang sejak dulu ingin ia kunjungi. Di mana ia ingin merasakan apa itu kehidupan bebas di kota ini. Bermain judi seharian, tidur di hotel berbintang, menikmati minuman mahal yang tidak pernah ia cicipi seumur hidupnya.

 

Yah, Nicole tahu hal itu tidak baik. Tapi setidaknya ia ingin merasakan semua hal itu hanya sekali dalam seumur hidup. Dan sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padanya ketika ia membeli sebuah kupon undian dan namanya keluar sebagai pemenang untuk menikmati liburan selama satu minggu di kota Las Vegas. Semua biaya sudah ditanggung. Ia diberi uang tunai dengan nilai yang sangat besar, dan akomodasi serta transportasi gratis.

 

Menurut Nicole Jung, Las Vegas adalah surga baginya. Ia bisa melupakan semua masalahnya. Meskipun ia merasa buruk mengakui hal ini, tapi selama empat hari berada di Las Vegas Nicole sama sekali tidak memikirkan kekasihnya. Son Dongwoon, pria yang dua tahun belakangan ini dikencaninya adalah seorang model terkenal. Meskipun begitu, bukan berarti kehidupan Nicole akan terjamin karena mempunyai kekasih seorang model kan?

 

Selama ini Dongwoon sudah banyak berubah, ia lebih sibuk membangun karirnya yang sedang menanjak. Jadi mereka jarang bertemu dan hanya berhubungan lewat telepon. Nicole memang mencintai Dongwoon, sangat mencintainya malah. Tapi untuk kali ini, ia ingin melupakan kekasihnya itu. melupakan kalau ia sudah mempunyai kekasih dan menganggap dirinya masih seorang single. Ia tidak ingin kenyataan bahwa Dongwoon lebih memilih karirnya ketimbang dirinya membuat kesenangannya menguap. Khusus untuk satu minggu penuh selama dirinya di Las Vegas, Nicole adalah wanita yang berbeda. Ia bukan Nicole Jung kekasih seorang model terkenal Song Dongwoon, tidak juga Nicole Jung seorang gadis dua puluh dua tahun yang biasa-biasa saja.

 

Nicole menggeliat di bawah selimut  hangat yang membungkus tubuhnya. Perasaan nyaman yang teramat sangat membuatnya enggan untuk membuka mata. Tidak juga membuatnya bangkit dari tempat tidur. Namun sesuatu yang melingkar dengan hangat di pinggangnya membuat Nicole mau tidak mau harus membuka mata bulatnya.

 

Ia memegang seusuatu yang melingkari pinggangnya tersebut, dan mengernyit bingung. Apa ini? batinnya dengan jantung berdebar kencang. Ia tidak berani menoleh ke samping kanannya. Ia tidak ingin seusuatu yang sekarang berada di dalam pikirannya memang benar-benar terjadi.

 

Nicole mendapati pakainnya berserakan di lantai bersama dengan pakaian pria yang ia tidak tahu siapa pemiliknya. Jantungnya berpacu semakin kencang saat ia memaksakan kepalanya untuk bergerak ke samping kanan.

 

Hingga akhirnya gadis itu terhenyak mendapati seorang pria sedang tertidur pulas di sampingnya. Dengkuran halusnya terdengar di telinga Nicole, dan napasnya membentur wajah gadis itu. Nicole menggigit bibirnya keras. ia tidak perlu memastikan apakah saat ini ia sedang memakai pakaian atau tidak, karena gadis itu sendiri sudah melihat pakaiannya berserakan di lantai.

 

Nicole mematung, ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Berteriak? Mendorong dan memukul pria ini habis-habisan? Melaporkannya pada polisi?

 

Hey, Nicole juga baru menyadari bahwa ia tidak berada di dalam kamar hotelnya. Barang-barang yang ada di dalam kamar ini berbeda dengan yang ada di kamarnya. Hm…lebih mewah. Jauh lebih mewah dan lebih besar dari kamarnya. Seprtinya ini jenis kamar utama yang ada di hotel ini.

 

Perlahan, Nicole dapat merasakan tubuh pria itu yang bergerak. Ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Nicole, dan membuatnya tersentak. Spontan ia mendorong tubuh pria tersebut dengan keras. terdengar erangan kesal dari pria di sampingnya ini, dan mata sipit itu mulai terbuka dengan pasti.

 

Sesaat kemudian, bola mata mereka bertemu. Nicole menahan napasnya saat pandangan tajam itu menatapnya bingung. Alisnya mengerut dan membuat wajah tampannya jadi terlihat menggemaskan. Rambut acak-acakan, kulit putih mulus, bibir tipis merah, dan…tanpa pakaian. Nicole sempat terpesona untuk sesaat. Tapi lalu gadis itu tersadar, dan mulai menarik selimut lebih tinggi lagi. Perasaan takut menyergap dirinya.

 

“Kau…siapa?” tanya pria itu serak.

 

Nicole membisu. Ia tidak tahu harus menjawab apa. wajah pria itu tampak sangat tenang saat menanyainya. Entah apa yang sedang dipikirkan pria ini, bukankah seharusnya ia terkejut? Ia sedang tertidur dalam keadaan telanjang di atas tempat tidur bersama seorang gadis yang bahkan tidak dikenalnya. Layaknya hal ini seperti sudah sangat biasa baginya.

 

“se-seharusnya aku yang bertanya, kau siapa???” kali ini Nicole memberanikan diri mengeluarkan suaranya meskipun terdengar bergetar. Rasanya ia ingin menangis saja. bagaimana mungkin ia bisa melakukan hal ini dengan pria lain padahal ia sudah mempunyai Dongwoon.

 

Pria itu menyingkap selimut dan bangkit dari tidurnya. Nicole mengalihkan pandangannya saat ia mulai memunguti bajunya yang berserakan dan mengenakannya satu per satu. Ia menatap ke arah jendela dengan mata berair. Wajah Dongwoon berputar-putar di kepalanya. Ia tidak tahu bagaimana harus berdapan dengan kekasihnya itu nanti sementara dirinya sudah tidur dengan laki-laki lain.

 

“aku Key.” Jawab pria itu datar sambil menyerahkan pakaian Nicole.

 

Nicole mengangkat kepalanya dan mendapati Key sudah berpakaian rapi. Dengan tangan gemetar, Nicole mengambil pakaiannya dari Key.

 

“kamar mandi ada di sebelah sana.” Lanjutnya sambil menunjuk pintu dengan kaca buram yang ada di sudut kamar. Nicole kembali menaikan selimutnya, dan melilitkan ke seluruh tubuhnya. Ia memegang ujung selimut itu dengan erat, lalu bangkit dari atas tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi. Nicole menutup pintu kamar mandi, tidak lupa menguncinya dari dalam. Ia menjatuhkan selimut yang melilit tubuhnya begitu saja, lalu menatap dirinya di depan cermin. Rambut yang acak-acakan, serta leher yang memerah. Nicole merasa semakin jijik pada dirinya sendiri.

 

Air mata jatuh dari pelupuknya, ia menundukan kepalanya dan akhirnya menangis sesenggukan. Dinyalakannya kran air agar Key tidak dapat mendengar tangisannya. Ia memeluk dirinya sendiri, mencoba meredakan getaran yang melanda seluruh tubuhnya. Kembali rasa takut itu menyelimuti dirinya. bagaimana kalau Dongwoon mengetahuinya? Apa yang akan dilakukan pria itu padanya? apa yang akan terjadi pada hubungan mereka?

 

$~$~$~$~$~$~$~$~$~$~$~$

 

Nicole keluar dari kamar mandi setelah tiga puluh menit lamanya mengurung diri di ruangan lembab tersebut. matanya tampak sembab dan hidungnya memerah. Ia mendapati Key sedang terduduk sambil menonton televisi, sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari layar itu. Nicole mengambil napas dalam, dan berdeham pelan agar Key menyadari kehadirannya namun ia sama sekali tidak menoleh. Matanya masih menatap lurus ke depan.

 

Akhirnya Nicole berjalan mendekat dan hendak memegang pundak pria itu ketika ia mendengar namanya disebut oleh pembawa acara berita di televisi. Dengan cepat Nicole mengangkat kepala dan mendapati fotonya dengan…Key?

 

Nicole tersentak, ia memundurkan tubuhnya selangkah dengan bibir yang tidak terkatup rapat. Bahkan matanya sama sekali tidak berkedip. Ia yakin foto-foto itu diambil semalam saat ia sedang bersama Key. Tapi bukan itu yang membuatnya terkejut. Bukan karena ia bisa masuk televisi, melainkan berita yang sedang disampaikan oleh pembawa acara wanita itu. Nicole memasang telinganya dengan baik, mendengar setiap kalimat yang diucapkan oleh wanita cantik tersebut.

 

“…putra tunggal pendiri Kim Corporation semalam menikahi seorang gadis yang diketahui sebagai kekasih Son Dongwoon—seorang model terkenal berdarah Korea Selatan—disebuah hotel berbintang lima di Las Vegas…”

 

Namun hanya itu yang dapat ditangkap oleh telinga Nicole, setelahnya pandangan gadis itu mulai mengabur karena air mata, dan akhirnya terjatuh. Key menoleh dan dengan cepat membantu Nicole untuk berdiri, membawanya ke atas tempat tidur.

 

Nicole masih tidak bergerak, ia terlalu syok untuk menerima kenyataan yang baru saja diketahuinya ini. sementara Key tidak tahu harus melakukan apa. Jadi pria itu hanya terduduk, dan menatap Nicole dengan tatapan kosong.

 

Nicole mengangkat tangannya, menatap sebuah cincin dengan hiasan batu berlian kecil melingkar di jari manisnya. Tidak ada lagi cincin pasangan yang Dongwoon berikan padanya dua tahun yang lalu ketika mereka baru pertama kali berpacaran. Gadis itu pun mendapati cincin yang sama menghiasi jari manis Key, membuatnya semakin yakin bahwa mereka memang benar-benar menikah. Dan saat itu juga, ingatan semalam seakan menghantam kepala Nicole secara beruntun. Ia mengingat dengan jelas apa yang telah terjadi pada malam sebelumnya.

 

$~$ FLASHBAK $~$

 

Nicole menyandarkan tubuhnya pada sebuah pilar di lobi hotel, ia mengembuskan napas keras mendengar seseorang yang sedang mengomel padanya di seberang telepon. Tangannya terangkat dan memijat keningnya yang berdenyut. rasanya ia ingin meneriaki orang ini, tapi tentu saja ia tidak bisa melakukan hal itu di tempat umum seperti ini. bisa-bisa ia diusir oleh pihak hotel karena dikira memiliki gangguan jiwa.

 

“lalu maumu apa?” tanya Nicole datar setelah Dongwoon menyelesaikan omelannya dengan satu tarikan napas panjang.

 

“mauku? Tentu saja kau kembali!” ujarnya kesal.

 

“Dongwoon, kau tahu kan impianku itu berlibur ke Las Vegas? Kau tahu aku sangat menginginkannya, kau tahu aku akan melakukan apa saja untuk bisa mewujudkan keinginanku! Dan sekarang kau menyuruhku untuk kembali ke Los Angeles? Kau gila?!” pekiknya tertahan. Wajah Nicole tampak merah menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. Kalau saja ia tidak bisa mengendalikannya, mungkin saat ini ia sudah membanting ponselnya dan memaki-maki tidak jelas.

 

“kau tahu kehidupan di sana terlalu bebas, dan kau hanya sendirian. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu?”

 

“hey, dengar! Aku bisa menjaga diriku sendiri. aku tahu apa yang harus kulakukan dan yang tidak kulakukan. Aku bukan gadis remaja yang harus selalu kau nasihati. Aku SUDAH DEWASA Son Dongwoon!” Nicole meremas ponselnya dengan kuat. Ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Dongwoon yang selalu melarangnya melakukan ini dan itu. bahkan Nicole tidak pernah menuntut banyak darinya dan cukup mengerti dengan kesibukannya sebagai seorang model.

 

“Nicole Jung, semua yang kulakukan ini demi kebaikanmu. Aku peduli padamu, aku tidak mau kau kenapa-kenapa! kenapa kau tidak bisa mengerti juga?”

 

“tidak bisa mengerti??? Saat aku meneleponmu seharian penuh dan kau tidak menjawabnya, lalu kau menghubungiku kembali pada keesokan harinya karena jadwalmu sibuk, apakah aku pernah marah padamu? Saat aku sudah menunggumu selama dua jam lebih di cuaca dingin dan tiba-tiba kau meneleponku mengatakan tidak bisa datang karena ada show mendadak apakah aku pernah mengomel? Tidak kan? Aku selalu mencoba untuk mengerti, bersabar, tapi kau sudah cukup keterlaluan! dan sekarang dengan gampangnya kau menyuruhku kembali ke Los Angeles?”

 

Kali ini Nicole tidak dapat menahan nadanya yang mulai meninggi. Emosi sudah menguasai dirinya hingga genangan air mata membuat pandangannya kabur. Kepalanya berdenyut semakin keras dan membuat tubuhnya lemas.

 

“Nicole…”

“cukup! Cukup Dongwoon, aku lelah.” Setelah mengucapkan kalimat itu Nicole memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Ia memasukan ponselnya ke dalam saku dengan kasar, dan menjambak rambut cokelat panjangnya. Seharusnya selama satu minggu ini ia hanya bersenang-senang. Melupakan semuanya dan menikmati hadiah undian yang dimenangkannya. Tapi Dongwoon sudah mengacaukan segalanya. Nicole tidak tahu dari mana pria itu bisa tahu bahwa sekarang dirinya sedang berada di Las Vegas. Ia tidak pernah memberitahu Dongwoon tentang undian itu. Nicole hanya berpamitan pada ayah dan ibunya, dan berpesan agar mereka tidak memberitahu keberadaannya pada Dongwoon. Jadi Nicole yakin bukan orangtuanya yang mengatakan pada Dongwoon bahwa dirinya sedang berada di Las Vegas.

 

Merasa butuh sesuatu yang bisa menenangkannya, akhirnya Nicole memutuskan untuk pergi ke Bar hotel. Ia duduk di salah satu kursi dan meja bar, dan memesan segelas Whisky pada bartender.

 

Sementara di sudut lain bar tersebut, duduk beberapa orang pria yang ditemani oleh gadis mereka masing-masing. Bisa dibilang para gadis itu hanyalah gadis penghibur. Beberapa botol alkohol dan gelas-gelasnya berserakan di atas meja. Tampaknya salah satu dari mereka sudah setengah mabuk, tapi yang lainnya masih memilik kesadaran penuh.

 

“lupakan saja masalahmu dengan Gyuri, kita di sini untuk bersenang-senang. Kau tahu banyak wanita yang lebih cantik darinya!” hibur Key pada salah seorang temannya yang sedang patah hati. “Jjong, aku sudah rela membayarkan tiket pesawat untukmu agar kau tidak terlalu patah hati dengan Gyuri, jadi tolong jangan buat usahaku sia-sia!” Key menepuk pundak Jonghyun, sementara teman satunya lagi—Lee Jinki si pria setengah mabuk—hanya dapat tertawa melihat si pria patah hati yang tampak kacau tersebut.

 

“tertawalah sepuasmu! Kau akan merasakannya nanti jika Seungyeon mendapati lipstick gadis lain tertinggal di bajumu!” ujarnya jengkel yang membuat Jinki tertawa semakin keras.

 

“sudah hentikan!” pekik Key. “kalau begitu sekarang, aku harus melakukan apa lagi supaya kau bisa melupakan Gyuri? Untuk malam ini, aku akan melakukan apa saja agar kau bisa menikmati liburan kita.” Lanjutnya lagi.

 

Mata Jonghyun tampak berbinar mendengar kalimat Key. Ini adalah kesempatan yang sangat langka, karena biasanya Key tidak pernah mengeluarkan kalimat tersebut dari mulutnya sendiri. ia menyeringai nakal dan membuat Key mengerutkan alis.

 

“apa?” tanyanya merasa tidak enak dengan tatapan Jonghyun.

 

“aku mau kau menghabiskan semua alkohol yang ada di meja ini.”

 

Mata Key membelalak lebar. Ia menelan salivanya dengan susah payah. “Jjong, kau tahu aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri jika sudah mabuk. Permintaanmu aneh! Tidak masuk akal!” ujarnya menolak.

 

Jonghyun kembali memasang wajah cemberutnya. Binar di matanya yang tadi sempat terlihat, sekarang hilang seketik. Ia menyesap Tequila-nya dengan tidak bersemangat. Melihat itu, Key hanya dapat mengembuskan napas keras. tentu saja ia tidak mempunyai pilihan lain. Ia sangat benci melihat Jonghyun yang seperti ini hanya karena seorang gadis. bagaimana mungkin pria ini bisa jatuh cinta pada Gyuri? Mantan senior di kampus mereka yang sudah lulus dan sekarang sudah menjadi seorang psikiater? Sepertinya Jonghyun sudah menjadi buta hanya karena seorang Park Gyuri.

 

“ah~ kau menyusahkan Jjong! Baiklah, aku akan meminum semuanya!”

 

Key menuangkan sebotol alkohol pada gelasnya, dan meminumnya dengan cepat. saat ini ia harap ia tidak akan melakukan hal yang gegabah karena terlalu banyak minum. Terkahir kali ia mabuk adalah lima bulan yang lalu, ketika ayahnya memaksanya untuk bekerja di perusahaan mereka agar ia mempersiapkan dirinya sebelum menduduki kursi presdir. Tentu saja pria itu menolak mentah-mentah permintaan ayahnya dan menimbulkan perdebatan sengit. Hingga akhirnya pria itu memilih alkohol sebagai pelariannya, dan berakhir di kantor polisi karena memukul salah seorang tamu bar tanpa sebab yang jelas. Key harap kedua temannya ini dapat mencegahnya nanti kalau saja ia mulai bertindak di luar kendalinya.

 

Key menggelengkan kepalanya ketika ia akan meminum gelas ke limanya. Pandangannya berkunang-kunang, dan ia mulai meracau tidak jelas. Suara tawa Jonghyun dan Jinki terdengar seperti gema di telinganya.

 

“hey Key!” jinki menepuk pundak Key dan tersenyum penuh arti. “kau mau menerima tantanganku?” ujarnya.

 

Key yang sudah mabuk tentu saja tidak dapat berpikir jernih. Mendengar kata tantangan, membuat jiwa kelaki-lakiannya *?* ingin menerima tantangan Jinki. apapun itu, yang pasti saat ini ia tidak ingin tampak lemah di depan teman-temannya.

 

“apa tantanganmu?” tanyanya sambil menaikan kepala.

 

Jinki menunjuk ke arah bar. “kau lihat gadis yang duduk sendirian di sana? Sepertinya ia juga sedang ada masalah. Baru diputuskan kekasihnya mungkin? Sekarang aku mau menantangmu, apakah kau bisa membuatnya ceria kembali seperti Jonghyun, dan malam ini juga kau harus bisa menidurinya.”

 

Key terkekeh sambil menyesap minumannya lagi. Ia merasa sangat percaya diri bisa melakukan hal itu. “hanya itu?” tanyanya dengan nada meremehkan. “perhatikan aku baik-baik!”

 

Key mulai bangkit dari duduknya, dan berjalan ke arah meja bar yang berseberangan dengan tempat VIP yang didudukinya bersama Jonghyun dan Jinki. jalan pria itu tidak lurus, kerap kali ia harus berpegangan pada salah satu pilar atau kursi untuk menyeimbangkan tubuhnya. Hingga saat ia sudah duduk di samping gadis itu, Key berdeham pelan untuk menarik perhatian sang gadis.

 

Nicole menolehkan kepalanya, dan mendapati seorang pria sedang menatapnya. Matanya sempat membuat Nicole mematung. Entah apa yang membuat Nicole menjadi seperti ini saat mata mereka bertemu pandang. Seakan ada sihir yang membuatnya tidak bisa melepaskan pandangan dari kedua manik cokelat di hadapannya.

 

“need a friend?” tanyanya dengan suara berat. Dan lagi-lagi Nicole terpesona. Sepertinya ia sudah cukup mabuk hanya dengan meminum tiga gelas Whisky. Yah, ia memang tidak terbiasa dengan alkohol. Bahkan hanya dengan mencium baunya saja sudah membuat Nicole pusing. Tapi untuk kali ini ia tidak peduli. Dongwoon benar-benar membuatnya marah dan ia membutuhkan sesuatu untuk dijadikan pelampiasan.

 

Gadis itu tersenyum menggoda, tidak peduli jika ia terlihat murahan. Yang ada di kepalanya saat ini hanya mencari kesenangan. Apa salahnya bersenang-senang dengan pria lain? Toh Dongwoon juga sudah sering bermesraan dengan model-model wanitanya. Siapa yang tahu di luar sana Dongwoon melakukan apa saja? kehidupan seorang model jauh berbeda dengan kehidupan orang normal lainnya.

 

“i think…..yes!” Nicole mendekatkan tubuhnya pada Key, dan Key melingkarkan tangan pada pinggang Nicole. Ia melirik ke arah Jonghyun serta Jinki yang tertawa senang sambil mengangkat gelas minuman mereka untuk menyemangatinya.

 

“wanna dance?” ajak Key sambil menatap lantai dansa. Ia mengulurkan tangannya bak pangeran yang akan menyambut seorang putri. Dan tanpa menunggu lama, Nicole sudah menyambut uluran tangan itu. mereka berjalan ke arah lantai dansa, lalu Key memegang kedua pinggang Nicole. Gadis itu pun melingarkan tangannya pada leher Key. Mereka bergerak mengikuti irama musik yang mengalun lembut.

 

Mata keduanya tak pernah teralih sedikitpun, saling menatap, mempertemukan manik cokelat mereka. Perlahan namun pasti, Key mendekatkan wajahnya pada Nicole, mengangkat dagu gadis itu dan mengecup bibirnya lembut. Awalnya hanya kecupan biasa, lalu lama kelamaan berubah menjadi ciuman penuh gairah. Ia dapat merasakan napas Nicole yang memburu. Gadis itu semakin mendekatkan tubuhnya pada Key hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka.

 

“we should get a room. hm?” bisik Key ketika ia melepaskan ciumannya. Masih dengan napas terengah-engah, Nicole menyeringai sambil menaikan sebelah alisnya.

 

Tanpa menunggu jawaban gadis itu, Key sudah menarik tangan Nicole meninggalkan lantai dansa. Ia bahkan dapat mendengar sorakan girang dari Jinki dan Jonghyun sebelum akhirnya suara itu menghilang seiring dengan menjauhnya jarak mereka. Namun langkah Key terhenti saat melihat seorang pasangan sedang melakukan upacara pernikahan.

 

Tentu saja hal ini adalah hal yang sangat biasa di Las Vegas. Mereka bisa menikah kapan saja dan di mana saja dengan upacara pernikahan sederhana tanpa persiapan seperti itu. seseorang akan menuntun mereka mengucapkan janji nikah, lalu tinggal menandatangani surat pernikahanya, dan mereka akan menjadi suami istri yang sah. Tidak perlu membayar apapun, karena biaya menginap di hotel ini sudah termasuk biaya pernikahan itu juga.

 

Key melirik ke arah Nicole yang dibalas dengan gadis itu. sebuah ide nakal melintas di kepalanya. Ia tidak bisa berpkir dua kali. Kepalanya sudah kacau karena pengaruh alkohol yang tadi ia minum. Begitu pula dengan Nicole.

 

“wanna try it?” Key menypitkan matanya saat ia menanyakan kalimat itu.

 

Nicole menaikan bahunya. “why not?!”

 

Tanpa berpikir panjang, pria itu sudah menarik tangan Nicole memasuki ruangan itu. mereka berjalan ke arah rak cincin yang bisa dibeli langsung, dan memilih sebuah cincin sederhana dengan hiasan batu berlian kecil di tengahnya. Lalu hanya dalam waktu beberapa menit, keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami-istri. Key dapat merasakan beberapa kilasan kamera menghujaninya dengan Nicole, tapi ia tidak peduli. Mungkin itu hanya pihak hotel yang ingin mengabadikan pernikahan konyol ini. menurut Key dan Nicole yang sekarang sedang berada di bawah pengaruh alkohol, pernikahan ini bukanlah apa-apa. hanya untuk bersenang-senang dari masalah yang sedang dihadapinya, tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya mereka sudah sama-sama terikat dalam pernikahan yang sah.

 

$~$ TBC $~$

Advertisements